Senin, 26 Mei 2014

CERITA DONGENG ( KANCIL DAN KUDA YANG SOMBONG)

 CERITA DONGENG :)
KANCIL DAN KUDA YANG SOMBONG

Pada jaman dahulu ada seekor kura-kura, manusia, dan hewan lainnya. Mereka saling berbagi
dan hidup rukun di dalam hutan yang sejuk. Suatu sore, pada waktu si kancil berjalan sendiri, tiba tiba ada seekor kuda yang berlari sangat kencang mendahuluinya, sambil berteriak,
“Kancil jelek! Tidak bisa berlari!”
“Hai kuda jangan sombong, aku bisa berlari cepat kok.”
“Ah bohong, kalau berani ayo lawan aku lomba lari cepat. Seratus meter.”
dan kancil pun setuju. Mereka sepakat untuk bertanding di sini esok hari.
Lalu mereka pun pulang ke rumah masing-masing. Kuda langsung tidur, ia malas berlatih. Sedangkan kancil langsung berlatih secukupnya supaya besok pagi ia bisa memenangkan pertandingan.
Esok harinya, mereka pun berkumpul di tempat yang telah disepakati. Teman-teman kuda dan kancil ikut datang juga.
Tepat pukul sembilan pagi perrtandingan dimulai. kuda langsung melesat meninggalkan si kancil. Teman-teman kancil berteriak memberi semangat pada kancil, sehingga ia terus berusaha berlari mengejar kuda yang sudah jauh di depan. Akhirnya si kancil bisa mendahului kuda yang berhenti karena kecapekan lalu tertidur di bawah pohon apel.
Akhirnya si kancil pun memenangkan lomba lari. Kuda yang sombong itu meminta maaf pada si kancil dan semua teman-temannya, dan semua hewan di hutan akhirnya hidup rukun dan damai.
>> >TAMAT<<<


Senin, 19 Mei 2014

TUGAS V TIK

Makalah Teknologi Informasi dan Komunikasi
               (MODEL PEMBELAJARAN MELALUI INTERNET)



NAMA   : MARDIANI
NIM         : 1349041001
KELAS  : A

PROGRAM  STUDI  PG. PAUD
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR


Pengertian Internet
Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini meliputi jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon (baik kabel maupun gelombang elektromagnetik).Jaringan jutaan komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Untuk bergabung dalam jaringan ini, satu pihak ( dalam hal ini provider ) harus memiliki program aplikasi serta bank data yang menyediakan informasi dan data yang dapat di akses oleh pihak lain yang tergabung dalam internet.
Pihak yang telah tergabung dalam jaringan ini akan memiliki alamat tersendiri ( bagaikan nomor telepon ) yang dapat dihubungi melalui jaringan internet. Provider inilah yang menjadi server bagi pihak-pihak yang memiliki personal komputer ( PC ) untuk menjadi pelanggan ataupun untuk mengakses internet.

pengenalan internet berdasarkan usia anak
Usia 2 s/d 4 tahun
Dalam usia balita ini, anak-anak yang memulai berinteraksi dengan komputer harus didampingi oleh orang tua atau orang dewasa. Banyak aktifitas dan situs yang bersesuaian dengan usia balita ini, melakukan surfing bersama orang tua adalah hal yang terbaik. Hal tersebut bukan sekedar persoalan keselamatan anak, tetapi juga untuk meyakinkan bahwa anak tersebut bisa mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkuat ikatan emosional antara sang anak dengan orang tua.
Sejak masuk usia ketiga, beberapa anak akan mendapatkan keuntungan jika mendapatkan lebih banyak kebebasan untuk melakukan eksplorasi, menemukan pengalaman baru dan belajar dari kesalahan yang dibuatnya sendiri. Hal tersebut bukan berarti mereka bisa menggunakan Internet secara bebas. Yang terbaik adalah orang tua tetap memilihkan situs yang cocok untuk mereka kunjungi dan tidak membiarkan sang anak untuk keluar dari situs tersebut ketika masih menggunakan Internet. Kita pun tidak perlu terus-menerus berada di samping sang anak sepanjang waktu, selama kita yakin bahwa dia tengah berada di dalam sebuah situs yang aman, layak dan terpercaya.
.
Usia 4 s/d 7 tahun
Anak-anak mulai tertarik untuk melakukan eksplorasi sendiri. Meskipun demikian, peran orang tua masih sangat penting untuk mendampingi anaknya ketika menggunakan Internet. Dalam usia ini, orang tua harus mempertimbangkan untuk memberikan batasan-batasan situs yang boleh dikunjungi, berdasarkan pengamatan orang tua sebelumnya. Untuk mempermudah hal tersebut, maka orang tua bisa menyarankan kepada anaknya untuk menjadikan sebuah direktori atau search engine khusus anak-anak sebagai situs yang wajib dibuka saat pertama kali terhubung dengan Internet.
Anak-anak akan dapat mendapatkan pengalaman yang positif jika berhasil meningkatkan penemuan-penemuan baru mereka di Internet. Pokok permasalahan di sini bukanlah terpusat pada bagaimana menghindari situs-situs negatif, tetapi bagaimana caranya agar mereka dapat mengunjungi sebuah situs tanpa menimbulkan rasa frustrasi atau ketidak-nyamanan sang anak.
.
 Usia 3-5 tahun
Dalam usia balita, anak yang memulai berinteraksi dengan komputer harus didampingi oleh orang tua atau orang dewasa. Saat mengakses situs yang sesuai dengan usia balita, berselancar di internet bersama orang tua adalah hal terbaik. Hal tersebut bukan sekadar persoalan keselamatan anak, tetapi juga untuk meyakinkan bahwa anak bisa mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkuat ikatan emosional antara anak dan orang tua.
Sejak masuk usia ketiga, beberapa anak akan mendapatkan keuntungan jika mendapatkan lebih banyak kebebasan untuk melakukan eksplorasi, menemukan pengalaman baru, dan belajar dari kesalahan yang dibuatnya sendiri. Namun bukan berarti mereka dibiarkan menggunakan internet secara bebas. Yang terbaik adalah orang tua tetap memilihkan situs yang cocok untuk mereka kunjungi dan tidak membiarkan anak untuk keluar dari situs tersebut ketika masih menggunakan internet.
Usia 5-7 tahun
Anak mulai tertarik untuk melakukan eksplorasi sendiri. Meskipun demikian, peran orang tua masih sangat penting untuk mendampingi ketika anak menggunakan internet. Pada usia ini, orang tua perlu mempertimbangkan pemberian batasan-batasan situs yang boleh dikunjungi berdasarkan pengamatan orang tua sebelumnya. Untuk mempermudah hal tersebut, maka orang tua bisa menyarankan kepada anaknya untuk menjadikan sebuah direktori atau search engine khusus anak-anak sebagai situs yang wajib dibuka saat pertama kali terhubung dengan internet (default).
Anak akan mendapatkan pengalaman yang positif jika berhasil mendapatkan temuan-temuan baru dari internet. Sebaiknya Anda tidak terpaku pada bagaimana menghindari situs-situs negatif, tetapi bagaimana caranya agar anak dapat leluasa mengeksplorasi internet dan mengunjungi sejumlah situs yang bermanfaat tanpa timbul rasa frustrasi atau ketidaknyamanan pada diri anak.
Usia 7-10 tahun
Pada usia ini, anak mulai mencari informasi dan kehidupan sosial di luar keluarga mereka. Inilah saat dimana faktor pertemanan dan kelompok bermain memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan seorang anak. Pada usia ini pula anak mulai meminta kebebasan lebih banyak dari orang tua. Anak memang harus didorong untuk melakukan eksplorasi sendiri, meskipun bukan berarti orang tua lepas tangan begitu saja.  Sebaiknya, jangan pernah meletakkan komputer, apalagi yang terhubung dengan jaringan internet di dalam kamar pribadi anak. Letakkan komputer di ruang di ruang keluarga sehingga orang dewasa mudah mengawasi interaksi anak dengan komputer.
Pertimbangkan pula untuk menggunakan software filter, memasang search engine khusus anak sebagai situs yang boleh dikunjungi ataupun menggunakan browser yang dirancang khusus bagi anak. Selain itu, beri batasan yang jelas soal durasi penggunaan komputer dan internet. Jangan sampai anak enggan bersosialiasi langsung dengan teman sebaya dan melupakan aktivitas luar ruang maupun bentuk kegiatan lain. Membatasi waktu online anak bisa dilakukan dengan cara menyepakati aturan bersama atau dengan memasang software yang dapat membatasi waktu online. Penting pula diperhatikan bahwa saat anak berselancar di dunia maya, upayakan agar mereka mengunjungi berbagai macam situs, tidak sekedar satu atau dua situs favorit mereka saja demi memperluas wawasan.




TUGAS IV TIK

Makalah Teknologi Informasi dan Komunikasi
New Logo UNM               (MODEL PEMBELAJARAN MELALUI  MEDIA ELETRONIK)


OLEH
NAMA   : MARDIANI
NIM         : 1349041001
KELAS  : A

PROGRAM  STUDI  PG. PAUD
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR


MODEL PEMBELAJARAN ELETRONIK ( E-LEARNING)


E-learning merupakan singkatan dari Elektronic Learning, merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Beberapa ahli mencoba menguraikan pengertian e-learning menurut versinya masing-masing, diantaranya :
·                        Jaya Kumar C. Koran (2002)e-learning sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan.

·                        Dong (dalam Kamarga, 2002)
e-learning sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat
elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.

·                        Rosenberg (2001)
menekankan bahwa e-learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan

·                        Darin E. Hartley [Hartley, 2001]
e-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain.

LearnFrame.Com dalam Glossary of eLearning Terms [Glossary, 2001]
eLearning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer,maupun komputer standalone.
E-learning dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. E-learning secara formal misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahaan konsultan) yang memang bergerak dibidang penyediaan jasa e-learning untuk umum.

E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).
MANFAAT PEMBELAJARAN ELEKTRONIK ATAU E-LEARNING,
 Ada beberapa manfaat pembelajaran elektronik atau e-learning, di antaranya adalah: Pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility). Bertambahnya Interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur (interactivity enhancement). Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (global audience). Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities). Manfaat e-learning juga dapat dilihat dari 2 sudut pandang : a. Manfaat bagi siswa Dengan kegiatan e-Learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitas belajar yang tinggi. Artinya, kita dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Selain itu kita juga dapat berkomunikasi dengan guru/dosen setiap saat, misalnya melalui chatting dan email. Mengingat sumber belajar yang sudah dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses melalui internet, maka kita dapat melakukan interaksi dengan sumber belajar ini kapan saja dan dari mana saja, juga tugas-tugas pekerjaan rumah dapat diserahkan kepada guru/dosen begitu selesai dikerjakan. b. Manfaat bagi pengajar Dengan adanya kegiatan e-Learning manfaat yang diperoleh guru/dosen antara lain adalah bahwa guru/dosen/ instruktur akan lebih mudah melakukan pembaruan materi maupun model pengajaran sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi, juga dapat dengan efisien mengontrol kegiatan belajar siswanya. Pengalaman negara lain dan juga pengalaman distance learning di Indonesia ternyata menunjukkan sukses yang signifikan, antara lain: (a) mampu meningkatkan pemerataan pendidikan (b) mengurangi angka putus sekolah atau putus kuliah atau putus sekolah (c) meningkatkan prestasi belajar (d) meningkatkan kehadiran siswa di kelas (e) meningkatkan rasa percaya diri (f) meningkatkan wawasan (outward looking) (g) mengatasi kekurangan tenaga pendidikan (h) meningkatkan efisiensi.

Dampak Positif Dan Negatif E – Learning
Di era serba teknologi saat ini,Internet tidak lagi menjadi hal yang susah untuk didapat. Seiring pesatnya perkembangan internet dan teknologi maka kegiatan pembelajaran di Sekolah ataupun di Kampus turut pula mengikuti perkembangan tersebut. Salah satu diantara perkembangan tersebut yaitu adanya E – Learning atau belajar melalui media elektronik atau jaringan internet. E – Learnig kini banyak digunakan sebagai solusi beberapa guru maupun dosen untuk diberikan kepada siswanya. Mulai mengirim tugas melalu e-mail,pencarian sumber menggunakan internet dan lain – lain. Hadirnya guru atau dosen sebagai makhluk hidup sebagai penghubung sekaligus pengajar tidaklah menjadi faktor utama untuk siswa menuntut ilmu.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicE5BU_L8USA0OUTE7W_NZWHFxNsf3_fBE0CQLbLtRQlMAN5LF_KvZWxgiW83pnbXBFgtRSC1j9AylmjSU0xheltcUrCGN4sswKHdv31KLdSGanft1fJj5lHLN1Rd8PUJ7RP1sMuysPKME/s320/blendedL1.jpg

Namun tetap saja sesuatu hal terdapat kekurangan dan kelebihan. Kelebihan E – Learning yaitu bahan – bahan pembelajaran jadi lebih mudah dan jadi lebih terperinci,siswa atau peserta didik dapat melakukan penelitian guna meningkatkan wawasannya,pengajar lebih dapatmengontrol kegiatan belajar siswanya dan menghemat waktu. Kekurangan yang dihasilkan dari E – Learnig yaitu terdapat manipulasi atau kecurangan yang dilakukan siswa,kurangnya pendidikan etika dan nilai moral dan terlalu bebas mengakses internet.
 Dapat saya simpulkan,kegiatan E – Learning tidak selalu menjadi solusi tepat dalam media pembelajaran. Namun di sisi lain E – Learning cukup menghemat waktu dan siswa atau peserta didik lebih bisa mengembangka pikirannya.



Manfaat E-learning Bagi Pembelajaran
Lebih mudah mendapatkan materi atau info.Jika kita menggunakan sistem pembelajaran berbasis e-learning, kita akan lebih mudah untuk mencari dan mendapatkan materi atau info. Tinggal ketik apa yang kita cari, tunggu sebentar, kita langsung dapat materinya.
Bisa mendapatkan materi yang lebih banyak Kita bisa mendapatkan banyak sekali materi, tidak hanya dari dalam negeri, bahkan kita bisa mencari materi yang berasal dari luar negeri yang tentunya akan menambah wawasan bagi kita dan juga bisa untuk meningkatkan hasil belajar kita.
Pembelajaran lebih efektif dan efisien waktu dan tenagaJika ada tugas, kita bisa mencari bahan yang kita butuhkan dengan cepat. Tidak harus ke sana ke mari untuk mendapatkan bahan yang kita butuhkan. Tinggal duduk di depan komputer atau laptop, lalu cari yang kita butuhkan. Setelah itu, susun tugasnya dan selesai!!!

Dapat berinteraksi langsung dengan siapapun
Seorang mahasiswa bisa saja bertanya pada temannya materi apa yang diajarkan hari ini atau tugas apa yang diberikan, jika hari itu dia tidak bisa berangkat karena suatu alasan. Dia juga bisa bertanya langsung pada dosennya apa materi yang diajarkan tadi atau tugas apa yang diberikannya. Dalam berinteraksi, dia bisa menggunakan media tulisan. Dia mengetik apa yang akan dibicarakan atau ditanyakan kemudian dikirim ke alamat yang dituju. Dia juga bisa berinteraksi langsung, bisa bertatap muka dan berbicara langsung dengan orang yang diajak bicara. Karena kemajuan teknologi, sekarang hal itu bisa terjadi dengan alat yang bernama webcam.
Bisa tahu materi atau tugas lebih awal
Mahasiswa bisa melihat jadwal atau tugas yang diberikan oleh dosennya yang sudah di upload. Jadi, mahasiswa sudah tahu apa yang akan dilakukan hari ini dan dapat mempersiapkannya lebih awal.
Disini saya ingin membahas sedikit banyak tentang perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi atau biasa kita kenal dengan istilah IPTEK. Ilmu pengetahuan muncul sebagai akibat dari aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia,baik kebutuhan jasmani maupun kebutuhan rohani. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat bisa di pisahkan dari lembaga pendidikan. Dimana pada abad 20 peran ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berarti bagi lembaga pendidikan. Sehingga pada abad 20 mampu mendorong lebih cepat dalam industri. Informasi,komunikasi,transportasi dan pertanian.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia tertinggal jauh dan sangat memprihatinkan dibanding Negara-negara Eropa dan Amerika Serikat bahkan pula di Negara-negara Asia misalnya Jepang dan China. Hal ini disebabkan karena :
1.      Masih terbatasnya orang indonesia yang mendapat pendidikan barat terutama pendidikan tinggi.
2.      Kurangnya keinginan dari pemerintah maupun perusahaan swasta yang ada di Indonesia untuk melakukan ahli teknologi
3.      Tidak adanya inovasi teknologi yang berarti di dalam masyarakat indonesia itu sendiri,ilmu pengetahuan dan teknologi di indonesia mulai berkembang dimana ditandai dangan adanya perguruan tinggi dan pusat-pusat penelitian seperti lembaga ilmu pengetahuan (LIPI) dan juga badan pengkajian dan penerapan teknologi (BPPT)
Realita yang memprihatinkan itu bukan dilihat dari prestasi beberapa bidang IPTEK yang telah di capai seperti penemuan aplikasi teknologi DNA, pemuan bibit padi unggul, pemuan vector medan laju percepatan gerak lempeng teknologi, rancangan bangunan pesawat remotely pilotely piloted vehicle, memperoleh penghargaan internasional fellowship L’oreal-unesco for woman in science,mendapat medali emas pada internasiaonal exhibition of invention new techninique and peroduct memperoleh the first to nobel prize di bidang fisika tingkat SMA , hingga temuan nutrisi baru yang di sebut saputra, yang memang semua itu perlu di syukuri . Tetapi keprihatinan itu muncul pergerakan dampak perkembangan IPTEK itu memang tidak segaris lurus dangan pencipta kesejahteraan masyarakat dalam rangka kebijakan IPTEK secara nasional,
Dampak Positif perkembangan IPTEK
1. Memberikan berbagai kemudahan
Perkembangan IPTEK mampu membantu manusia dalam beraktifitas. Terutama yang berhubungan dengan kegiatan perindustrian dan telekomunikasi. Namun, dampak dari perkembangan IPTEK juga berdampak ke berbagai hal seperti kegiatan pertanian, yang dulunya membajak sawah dengan menggunakan alat tradisional, kini sudah menggunakan peralatan mesin.sehingga aktifitas penanaman dapat lebih cepat di laksanakan tanpa memakan waktu yang lama dan tidak pula terlalu membutuhkan tenaga yang banyak. Ini adalah contoh kecil efek positif perkembangan IPTEK di dalam membantu aktifitas manusia dalam kehidupan sehari-hari.
2. Mempermudah meluasnya berbagai informasi
Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi kita, dimana tanpa informasi kita akan serba ketinggaln. terlebih lagi ketika berbagai media cetak dan elektronik berkembang pesat. Hal ini memaksa kita untuk mau tidak mau harus bisa dan selalu mendapatkan berbagai informasi. Pada masa dahulu, kegiatan pengiriman berita sangat lambat, hal ini di karenakan kegiatan tersebut masih di lakukan secara tradisional baik itu secara lisan maupun dengan menggunakan sepucuk surat. Namun sekarang kegiatan semacam ini sudah hampir punah, dimana perkembangan IPTEK telah merubah segalanya, dan kita pun tidak perlu menunggu lama untuk mengirim atau menerima berita.
3. Bertambahnya pengetahuan dan wawasan
Komputer dahulu termasuk jenis peralatan yang sangat canggih, dimana hanya orang-orang tertentu yang mampu membelinya apalagi menggunakannya. Namun seiring dengan perkembangan iptek, peralatan elektronik seperti computer, internet, dan handphone (Hp) sudah menjadi benda yang menjamur. Dimana tidak hanya orang-orang tertentu yang mampu menggunakannya, bahkan anak-anak di bawah umurpun dapat menggunakannya. Inilah pengaruh positif perkembangan iptek di era globalisasi terhadap ilmu pengetahuan dan wawasan masyarakat kita.
Dampak negative perkembangan IPTEK
1. Mempengaruhi pola berpikir
Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang agresif dan penasaran serta suka dengan hal baru. Terutama sekali dengan adanya berbagai perubahan pada berbagai peralatan elektronik. Namun ternyata perkembangan tersebut tidak hanya berdampak terhadap pola berpikir anak, juga berdampak terhadap pola berpikir orang dewasa dan orang tua. Terlebih lagi setiap harinya masyarakat kita di sajikan dengan berbagai siaran yang kurang bermanfaat dari berbagi media elektronik.
2. Hilangnya budaya Tradisional
Dengan berdirinya berbagai gedung mewah seperti mal, perhotelan dll, mengakibatkan hilangnya budaya tradisional seperti kegiatan dalam perdagangan yang dulunya lebih di kenal sebagai pasar tradisional kini berubah menjadi pasar modern. Begitu juga terhadap pergaulan anak-anak dan remaja yang sekarang sudah mengarah kepada pergaulan bebas.
3. Banyak menimbulkan berbagai kerusakan
Indonesia di kenal sebagai Negara yang kaya akan sumber daya alamnya, namun hingga akhir ini, Indonesia lebih di kenal sebagai Negara yang sedang berkembang dan terus berkembang entah sampai kapan. Dan kita juga tidak mengetahui kapan istilah Negara berkembang tersebut berubah menjadi Negara maju. Salah satu contoh kecil yang lebih spesifik adalah beberapa tahun yang lalu sekitar di bawah tahun 2004, kota pekanbaru yang terletak di propinsi Riau, lebih di kenal sebagi kota “Seribu Hutan”, namun dalam waktu yang relative singkat, istilah seribu hutan kini telah berubah menjadi istilah yang lebih modern, yakni kota “Seribu Ruko” di mana dalam waktu yang singkat, perkembangan pembangunan di kota ini amat sangat pesat. Mulaialah berdiri berbagai kegiatan industri, Perhotelan, Mal, dan Gedung-gedung bertingkat serta perumahan berdiri di mana-mana.akibatnya aktifitas tradisional lumpuh, hutan gundul sehingga banyak menimbulkan berbagai macam bencana seperti banjir, tanah longsor serta polusi terjadi di mana-mana. Inilah dampak yang harus di terima masyarakat kita hingga ke anak cucu.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEjXq1uQShRl_lULIgaG9IONM2WHiZ0FXUMbJTmx_Tm52s9q2Tw7cn4j0ajRzN6F3_3LvMlOp4IESy66njXtyOndzYfzubKGWm4XBrPM7wD9HU4ibDok7MO9dQ2wNa9PxVQycOXON2Efbe/s320/f2.jpg
Dengan semakin berkembangannya ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia,maka informas, juga komunikasi di indonesia pun sudah berkembang. Di era globalisasi pada masa sekarang ini, kita harus bisa mengenal dan memahami berbagai perkembangan IPTEK, namun masih banyak yang kurang memahami dengan perkembangan IPTEK. Secara jangka panjang, perkembangan IPTEK memberikan arti yang sangat positif, namun di sisi lain, tidak sedikit pula yang membawa dampak negative.

TUGAS III TIK

Makalah Teknologi Informasi dan Komunikasi
New Logo UNM               (PEMANFAATAN ICT)


OLEH
NAMA   : MARDIANI
NIM         : 1349041001
KELAS  : A

PROGRAM  STUDI  PG. PAUD
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR


PEMANFAATAN ICT
1. Pemanfaatan ICT adalah suatu sistem yang dapat digunakan untuk mengolah data, memanipulasidata, dan pencari data yang banyak digunakan pada zaman sekarang.Inovasipenggunaan ICT dalam proses pembelajaran akan sangat membantu siswa dalammemahami pelajaran. Karena dalam ICT dapat diperlihatkan gambar,suara, maupunbentuk yang lebih nyata dari suatu objek atau peristiwa. Selain itu, siswa juga dapatlebih mencari informasi yang belum ataupun yang ingin ia ketahui tentang materiyang disampaikan oleh para guru.Dengan penerapan ICT dalam proses pembelajaran maka siswa dan guru dapat salingbertukar informasi dan saling berkomunikasi lewat tekhnologi yang lagi berkembangsaat ini. Pertemuan antara siswa dengan guru bisa tidak hanya didaloam kelas sajamelainkan juga melalui fasilitas internet atau yang dikenal dengan sebutan E-learning.Walaupun dalam pengaplikasiannya tidak sedikit ditemukan masalah, namun bukanberarti kita berhenti begitu saja dlam melakukan inovasi ini. Terdapat banyakalternative solusi yang bisa dilakukian untuk menyelenggarakan inovasi denganpenggunaan ICT dalam proses pembelajaran siswa.Melalui internet juga kita dapat menemukan informasi seputar pembelajaran yangberguna sebagai bahan referensi siswa. Dimasa sekarang ini tanpa tekhnologi siswabisa menjadi gaptek (gagap tekhnologi) apabila tekhnologi itu btidak biasa digunakandalam kehoidupan sehari-hari. Oleh karena itu, ICT sangat berperan penting dalammembangun manusia yang mandiri dan berkarakter.Tidak hanya untuk pembelajaran saja , ternyata ICT juga dapat digunakan sebagaialat untuk berdagang yg menjadikan manusia itu mandiri dan berkarakter. Layanan
2. internet tersebut dinamakan E-commerce ada juga E-banking dll. Tekhnologi dapatmemudahkan segala cara dimasa sekarang ini.ICT juga dapat memperluas wawasan kita melalui fasilitas internet denganmembrowsing berbagai macam informasi-informasiu ygv ingin kita ketahui. Banyaksekali manfaat dari pelajaran ICT yang kita dapatkan.tanpa tekhnologi mungkinNegara kita tidak akan maju seperti sekarang ini juga. Itulah sebabnya ICT sangatpenting bagi kehidupan kita dan sangat berguna bagi kelangsungan danperkembangan Negara kita.
Pemanfaatan ICT  pada anak usia dini
Dalam Era globalisasi sekarang ini, pemerintah sedang menggalakkan pentingnya pendidikan anak usia dini. Untuk menciptakan generasi-generasi yang lebih unggul, juga nantinya mampu bersaing tinggi kelak ketika mereka dewasa dan juga tidak melupakan nilai-nilai moral dan budaya bangsa Indonesia. Karena anak usia dini merupakan masa golden age. Dimana terbentuknya pertumbuhan dan perkembangan otak pada masa-masa usia dini sekitar 0-8 tahun mencapai 80% pertumbuhan dan perkembangan pada otak manusia. Ibaratnya sebuah spon mereka mampu dan cepat menyerap ilmu atau apapun yang mereka terima, yang diberikan lingkungannya pada masa pertumbuhan dan perkembanganya.
Akan tetapi kita tidak boleh melupakan tugas dan hak kewajiban anak yaitu bermain sambil belajar. Karena dengan suasana bermain seraya belajar tidak membuat anak merasa ditekan ataupun tertekan pada situasi dan kondisi mereka yang sedang mempelajari diri dan juga lingkungannya. Melainkan anak akan mendapat kemudahan pada proses belajar dalam suasana bermain, yang menyenangkan dan tanpa tekanan. Itulah sebabnya dikatakan dunia anak adalah dunia bermain.
Tidak bisa kita pungkiri  dalam segala bidang  TIK sudah menjadi kebutuhan pokok pada kehidupan kita. Termasuk dalam dunia pendidikan. TIK memiliki peran penting dalam sarana dan prasarana pembelajaran. Tujuan pembelajaran TIK pada anak usia dini adalah mengenalkan teknologi informasi dan komunikasi. Untuk memudahkan anak usia dini dalam membantu proses belajar dengan cara yang menyenangkan, kreatif, imaginative dengan memakai TIK sebagai sumber belajar, seperti CD interaktif yang kini semakin banyak berkembang dalam modifikasi isi dari pembelajarannya. Contohnya : belajar berhitung, belajar membaca, mengenal huruf, mengenal warna, geometri, bentuk, juga mengenal lingkungan,binatang dan tumbuh-tumbuhan serta lain-lainnya. Ada pula games-games yang menyenangkan anak-anak tetapi juga syarat dengan pembelajaran seperti puzzle huruf. Sehingga yang tanpa disadari anak, mereka belajar banyak mengenal kosakata dalam bahasa inggris. Tau bagaimana berhitung. Yang pada masa sekarang ini banyak orang tua memaksakan anak belajar tanpa memikirkan kebutuhan dan hak dalam dunia anak yaitu bermain. Dengan adanya sarana dan prasarana TIK sebagai sumber belajar menjadikan pembelajaran menjadi lebih atraktif juga kreatif. Membuat anak menjadi lebih tertantang untuk bermain sambil belajar.
Anak-anak usia dini sangat cepat dan mudah sekali belajar seraya bermain, yang terkadang kita sebagai orang tua atau  juga sebagai pendidik anak usia dini. Tidak boleh melupakan pengawasaan dalam pembelajaran yang menggunakan sumber belajar TIK. Agar anak-anak tidak jauh melenceng dari pengenalan pembelajaran yang kita harapkan pada tujuan semula menjadikan TIK sebagai sumber belajar yang cocok dan pantas bagi anak usia dini. Karena sebagai mana kita tau. selain TIK memiliki dampak positif dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan anak dalam belajar, juga memiliki dampak negative jika kita kurang ataupun lengah terhadap pengawasan dalam pembelajaran yang menggunakan TIK. Oleh karena itu hendaknya segala sesuatu yang berkaitan dengan perkembangan pembelajaran TIK, anak perlu pengawasan dan pembelajaran yang seimbang dengan jiwa dan kebutuhan pembelajaran, sehingga anak ataupun peserta didik tidak salah menggunakan pemanfaatan perkembangan teknologi pembelajaran.

ICT DALAM PENDIDIKAN
ICT dalam pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa di samping sebagai pendukung kinerja sistem pendidikan, ICT juga bermanfaat sebagai media pendidikan. Pendidikan ICT bagi anak usia dini telah membawa kita pada cara yang baru dalam mengembangkan teknologi pembelajaran.
Mengkaji pendidikan ICT pada anak usia dini ini memiliki banyak persepsi, diataranya, pemanfaatan ICT sebagai media belajar atau mengajarkan ICT pada mereka. Namun demikian, keduanya terkadang saling berhubungan walaupun banyak juga perbedaan dalam segi orientasi dan pemanfaatan.
ICT sebagai Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Medoe adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.
Pemanfaatn ICT sebagai media pembelajaran merupakan hal yang baru dalam pendidikan. Hal tersebut tentu diiringi oleh perkembangan zaman saat ini. Dikeluarkannya komputer mini (netbook) oleh pabrikan komputer di dunia yang niat awalnya didistribusikan untuk kunsumsi pelajar, merupakan salah satu jalan bagi dunia pendidikan dalam memanfaatkan ICT tersebut. Walaupun saat ini pemanfaatnya telah berkembang. Clark mengklasifikasinnya media dalam pembelajaran menjadi 5 perspektif, yaitu:
1. Media sebagai teknologi dan mesin
2. Media sebagai tutor
3. Media sebagai alat sosialisasi
4. Media sebagai motivator dalam belajar
5. Media sebagai alat mental untuk berpikir dan memecahkan masalah
Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melaluisaluran atau media tertentu k penerima pesan. Pesan, sumber pesan, saluran/media dan penerima pesan adalah komponen-komponen proses komunikasi. Pesan yang dikomunikasikan adalah sebuah informasi.


CONTOH PENGGUNAAN ICT
1. Berbagai hasil penelitian menunjukkan dengan adanya TIK penelitian yang dilakukan seseorang dapat dimanfaatkan dan diketahui orang lain,ini juga akan mencegah terjadinya penelitian yang serupa.
2. Konsultasi dengan Pakar : Internet juga banyak dimanfaatkan untuk berkonsultasi
dengan pakar yang berada ditempat lain
3. Perpustakaan Online : adalah perpustakaan dalam bentuk digital yanmg ditempatkan di Internet. Pelajar atau mahasiswa dapat mengakses sumber- sumber ilmu dengan cara mudah tanpa dibatasi jarak dan waktu.
4. Diskusi Online : adalah diskusi yang dilakukan di internet
5. Kelas Online : dapat digunakan bagi lembaga-lembaga pendidikan jarak jauh
seperti UT,SMP Terbuka
Keuntungan peserta didik dari pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi
1. Dapat mengakses informasi-informasi hasil penelitian orang lain
2. Akses sumber pengetahuan dapat dilakukan dengan lebih mudah
3. Akses ke para ahli menjadi lebih mudah
4. Materi-materi pelajaran disampaikan secara interaktif dan menarik
5. Melalui belajar jarak jauh kendala biaya dan waktu dapat dibatasi dengan kelas
online
Keuntungan Lembaga penyelenggara dengan adanya TIK
1. dapat berbagi hasil penelitian dengan lembaga atau institusi lain
2. dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada peserta didik
3. dapat menjangkau pelajar atau mahasiswa yang berada di tempat lain
4. Biaya menyediakan buku-buku dapat dikurangi
5. dapat saling berbagi sumber ilmu dengan institusi lain
B. TIK menunjang bisnis
Internet dan alat komunikasi lain sebagai sumber informasi yang tidak terbatas dsan sebagai alat komunikasi yang dapat menyampaikan informasi secara sangat cepat dan menjangkau seluruh belahan dunia.
Contoh tik dalam dalam dunia bisnis>>>> Internet banking, e-commerce
Internet banking : layanan perbankan yang dilakukan dengan menggunakan
internet.
Transaksi yang dapat dilakukan adalah, pengecekan saldo,
transfer uang, dan pembayaran tagihan.
Keuntungan internet banking bagi BANK :
Jumlah nasabah yang datang ke bank sedikit
-
jumlah pegawai yang harus melayani nasabah dapat dikurangi
luas kantor yang harus disediakan menjadi lebih kecil
bank dapat memberikan keleluasaan kepada nasabah untuk
bertransaksi
akan menambah kesetiaan nasabah pada bank










PENUTUP
Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa saat ini kita tidak dapat melepaskan diri dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), karena telah menjadi bagian dari kehidupan dan kebutuhan. Pola kehidupan tersebut berimbas pada pengembangan pendidikan yang memanfaatkan TIK khususnya sebagai media pendidikan. Sebagai usaha mengembangakan kemampuan individu dalam penggunaan TIK secara praktis maka perlu dikenalkan sejak usia dini.
Pengembangan kemampuan anak usia dini dalam TIK harus tetap dilakukan dengan konsep pendidikan anak usia dini yaitu belajar sambil bermain. Materi belajar yang diberikan juga harus bervariasi dengan berbagai karakteristik TIK sebagi media pembelajaran agar imajinasi dari anak tersebut berkembang. Sehingga semakin meningkatkan kemampuan intelektual dan emosional mereka.









DAFTAR PUSTAKA
Miarso, Yusufhadi, 2004. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Pustekom: Jakarta.
Munadi, Yudhi, 2008. Media Pembelajaran. GP. Press: Jakarta.
Munir, 2008. Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Alfabeta: Bandung
Sadiman, dkk, 2009. Media Pendidikan. rajaGrafindi : Jakarta
Win W. D, 1996. Comunication, Media, and Instrumentation in International Encyclopedia of Educational Technology. Pergamon: UK.
Arsyad, Azhar. 2009. Media Pembelajaran. Rajagrafindo: Jakarta.
Semiawan, Conny, 2008. Belajar dan Pembelajaran Prasekolah dan Sekolah Dasar. Indeks: jakarta.
Internet.



TUGAS II TIK

M A K A L A H
TOKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
 




OLEH
NAMA   : MARDIANI
NIM       : 1349041001
KELAS  : A

PROGRAM  STUDI  PG. PAUD
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR



Integrasi TIK dalam Dunia Pendidikan (PAUD)
1.    Judul
“Integrasi Teknologi Komunikasi dan Informasi dalam Proses Pembelajaran dan Kesenjangan Penggunaan TIK di Indonesia”
Setelah membaca artikel ini, menurut saya pemilihan judul ini kurang tepat dengan isi dari artikel ini. Isi dari artikel lebih mengarah kepada kesenjangan SDM dan masalah infrastuktur dalam pengintegrasian TIK. Sehingga, hemat saya mungkin lebi tepat kalau judul dari artikel ini adalah “Kesenjangan Integrasi TIK di Indonesia”.
2.    Content
Berdasarkan artikel yang diposting oleh Putriya, menurut saya inilah fakta yang dihadapi oleh negara Indonesia. Dimana ini merupakan tanggung jawab kita, sebagai generasi Indonesia agar mampu menjadi penerang terhadap teman-teman guru kita di segala penjuru Indonesia yang masih belum mampu menggunakan fasilitas ICT agar dapat menggunakannya  dalam proses belajar mengajar, entah itu sebagai media, ataupun cara kita untuk berbagi pengalaman mengenai pendidikan.
Saya sependapat dengan artikel ini yang mana terdapat dua masalah pokok dalam pengintegrasian ICT di Indonesia adalah (1) sumber daya manusia yang belum mencapai tingkatan di era globalisasi dan (2) infrastruktur (biaya yang mahal) yang belum memadai.
Di era globalisasi ini, bukan hanya masyarakat Indonesia yang dituntut untuk mampu menggunakan teknologi, siapapun yang ingin maju dan berkembang, maka menjadi sebuah keharusan adalah mampu bersaing di era ini. Karena era globalisasi ini merupakan era persaingan. Siapa yang mampu bersaing dan menang maka dialah yang maju.
Masalah SDM, dalam hal ini adalah kualitas guru. Guru-guru kita ada yang beranggapan bahwa di jaman mereka sekolah dulu tidak tersedia fasilitas TIK, jadinya banyak di antara mereka yang tidak mampu mengoperasikan komputer, dan perangkat-perangkat lain dalam  ICT. Sehingga dampak dari masalah ini adalah pembelajaran menjadi membosankan. Padahal banyak sekali situs-situs pendidikan yang bisa mereka akses di internet, mereka bisa menambah wawasannya melalui ICT ini, bisa sharing dengan guru-guru lainnya lewat media online.
Masalah infrastruktur, saya pikir ini menjadi tanggung jawab pemerintah kita. Bagaimana kesiapan dan kesanggupan pemerintah dalam mengintegrasikan, memeratakan pembelajaran melalui ICT, demi membangun generasi Indonesia yang melek Tekhnologi.
3.    Penggunaan dan pemilihan kata
Penggunaan dan pemilihan kata dalam artikel ini saya pikir sudah sesuai dengan acuan dalam membuat sebuah artikel, yakni tidak terdapat banyak istilah asing yang mungkin bisa tidak dipahami oleh pembaca. Mengingat yang membaca posting artikel ini adalah siapa saja yang berbeda latar belakang, yag mungkin tingkat pemahaman tiap orang itu berbeda-beda.


KETERKAITAN  ICT DENGAN ANAK USIA DINI
Bagaimana cara pemberian  IT pada Anak Usia Dini?
Teknologi bagaikan dua sisi mata uang yang berbeda, yang memiliki sisi positif dan negatif. Sehingga implementasinya pun akan berbeda pada setiap usia perkembangan anak.
Pada anak usia dini 0 – 8 tahun sesuai dengan konvensi anak dunia, serta 0 – 6 tahun menurut konsep pendidikan yang ada di Indonesia, maka banyak cara mengenalkan teknologi pada anak usia dini, yaitu :
1. Usia 0 – 2 tahun: Pada perkembangan anak usia ini, anak mulai belajar mendengar dan mengenal sekitarnya, dari rangsangan-rangsangan yang ditimbulkan melalui gerakan, serta suara.  Kemudian anak mulai menirukan ketika mereka mulai belajar berbicara.  Pemberian IT pada usia anak demikian, dapat melalui multimedia dengan cara diputarkan lagu-lagu rohani atau lagu anak.  Mengenalkan warna juga dapat melalui multimedia dengan memutarkan film-film kartun anak, yang tentunya mendidikan. Mengapa? Karena film-film kartun saat ini pun memiliki unsur warna yang beragam, sehingga anak dapat mengenalnya walau tidak sekaligus, tetapi warna-warna yang dominan. Hal ini pun dapat membantu pembentukan karakter anak.
2. Usia 3 – 4 tahun: Pada usia ini, anak mulai menggunakan  kalimat yang hampir lengkap, hal ini dapat dilihat dari cara mereka menanyakan sesuatu hal. Menurut Piaget, cara anak mengajukan pertanyaan menunjukkan perkembangan kognitif seorang anak. Pada anak yang berasal dari latar belakang orang tua otoriter,  anak kurang belajar berbicara, ketimbang dalam keluarga yang demokratis, dimana anak bukan saja belajar “mendengar” tetapi juga “didengar”.   Oleh karenannya penting diberikan IT melalui multimedia, dengan cara seperti pada usia anak 0 – 2 tahun, tetapi cara pembelajarannya sedikit meningkat disesuaikan dengan usia anak yang telah dapat menerima rangsangan lebih banyak.  Misalnya mulai diajarkan melafalkan ayat-ayat suci Al Qur’an, atau dikenalkan cerita-cerita Kitab Suci melalui film-film, tentu saja perlu pendampingan orang tua sehingga dapat terlihat sejauh mana anak mampu untuk belajar.  Semakin banyak kesempatan anak belajar untuk berbicara, dapat membantu anak menumbuhkan rasa percaya dirinya sehingga pada usia sekolah mereka dapat mengenalkan dan mengungkapkan dirinya secara lisan.
3. Usia 5 – 6 tahun: Pada usia ini, pengenalan dunia IT sudah lebih meningkat. Pengenalan dapat berupa pengenalan perangkat keras komputer (hardware) yang bisa dilihat dan dipegang langsung oleh anak, misalnya : CPU, Monitor, Mouse, Keyboard dan Printer.  Pengenalan perangkat keras ini juga dilengkapi dengan penjelasan fungsi dari masing-masing alat dengan cara langsung dipraktekkan (learning by doing).
4. Usia 7 – 8 tahun: pada usia ini, pengenalan dunia IT sudah masuh pada tingkat program interaktif, dimana anak sudah bisa berinteraksi dengan program aplikasi pembelajaran.
Dampak Negatif yang ditimbulkan
1. Efek radiasi monitor yang perlu diwaspadi.
2. Jarak pandang yang terlalu dekat dan pencahayaan yang kontras dapat mengganggu indera penglihatan anak.
3. Pengaturan waktu penggunaan komputer. Pada anak usia dini sebaiknya waktu penggunaan 1 – 2 jam sehari.
4. Bermain bersama teman sebaya perlu diperhatikan, sebagai mahluk sosial, manusia membutuhkan orang lain.
Komputer dan Kecerdasan Intektual dan Emosional
Penelitian tentang pengaruh komputer terhadap perkembangan intelegensi telah banyak dilakukan oleh para pakar. Hasilnya diperoleh bahwa penggunaan komputer secara cerdas akan secara timbal balik mempengaruhi kecerdasan. Komputer mampu memenuhi rasa ingin tahu manusia. Di samping itu, kecepatan, kecermatan, keterkinian informasi dapat diperoleh melalui sistem jaringan komputer. Dengan demikian terjadi pengayaan fungsi otak, yang pada gilirannyameningkatkan produksi sel neuro glial, yaitu sel khusus yang mengelilingi sel neuron, sehingga menambah aktivitas sel neuron. Mengingat bahwa ”pabrik otak” itu diwujudkan sebagai hasil interaksi antar cetak biru genetis dan pengaruh lingkungan. Menurut Clark bahwa otak berfungsi hanya 5%, sehingga sebagian besar informasi tidak digunakan. Pada gilirannya kerja fungsi intelegensi yang bersumber dari otak secara timbal balik dipengaruhi dan mempengaruhi pembelajaran, akan dipersoalkan sampai dimana pengaruhnya dalam peningkatan kecerdasan emosi pada anak.
Dampak Komputer terhadap Perkembangan Intelegensi
Riset yang dilakukan terhadap pengaruh komputer terhadap  perkembangan intelegensi diperoleh pengaruh yang positif dari keduanya. Hal tersebut karena ”kerjasama’ antara komputer-otak dan intelegensi yang satu dengan lainnya mendorong manusia untuk makin tahu memenuhi rasa ingin tahunya, yang merupakan sifat khas manusia. Komputer dengan jaringannya dalam kehidupan kini tidak terpisahkan dari berbagai kepentingan untuk memperoleh informasi yang cepata, cerman, lengkap, dan aktual. Dengan demikian akan membawa kita secara amat signifikan dalam menyelesaikan berbagai persoalan berkat informasi yang dihadapi.Dengan demikian tidak salah jika penggunaan komputer dengan program yang sesuai dengan umur anak-anak dapat dilakukan.
Intelegensi Emosional
Goleman (1996) dalam bukunya Emotional Intelligence menjelaskan bahwa dalam kehidupan mental seorang anak ada dua aspek, yaitu rasio dan emosi, yang masing-masing tidak pernah berdiri secara terpisah, melainkan dihayati secara bersamaan, bercirikan pemahaman dan kesadaran yang berasal dari otak seseorang; sedangkan emosi yang bersifat kuat dan impulsif bersumber dari hati sanubari atau bahkan juga dari hati nurani seseorang.
Emosi merupakan suatu kondisi tergerak untuk berbuat, dengan demikian, emosi memiliki beberapa komponen yaitu gerak untuk bertindak, menghayati perasaan yang bersifat subjektif, dan kesadaran tentang emosi itu atau dengan kata lain, memiliki unsur subjektif, perilaku, fisiologis.
Leventhal, mengalihkan paradigma tersebut dalam menjelaskan rasio dan emosi yang terkait dengan information processing sebagai berikut : ada 4 sistem yang terintegrasi dalam model emosi ini, yaitu 1) interpretasi sistem dalam mewujudkan penghayatan emosi, 2) sistem ekspresif, yang merupakan umpan balik yang menandai kualitas subjektif emosi, 3) sistem tindak instrumental dan 4) sistem reaksi jasmaniah.
Teori ini didasarkan atas tujuh asumsi, yaitu 1) kajian emosi harus beranjak dari laporan verbal pengalaman subjektif, 2) kondisi emosional adalah suatu bentuk kebermaknaan, sehingga kalau kognisi adalah makna, emosi membentuk kognisi, 3) ada berbagai bentuk kognisi abstrak, 6)sistem kebermaknaan berkembang dan berubah, 7)perlu sistem makna khusus.

Pen                             penerapan  TIK dalam Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah
a.    TIK sebagai sumber belajar
b.    TIK sebagai  media pembelajaran
TIK Sebagai sumber belajar :
  Menjawab Kebutuhan Informasi :
-       Mengintegrasikan TIK sebagai sumber  belajar
-        Memastikan alamat-alamat situs yang akan dikunjungi
-        Mengembangkan LKS berbasis PBK
-       Membuat lembar refleksi diri
    Layanan Yang Cepat dan Murah meliputi;
-        Meninggalkan kebiasaan satu sumber belajar
-        Menggunakan ANEKA sumber belajar    
-       Mengefektifkan penggunaan internet 
    Informasi Terkini
-       Menyediakan informasi terkini/baru
-       CEPAT  ( Terkokneksi ke semua sistem jaringan   perpustakaan )
-        TERKINI    ( Informasi secara teratur diperbaharui )
TIK sebagai media Pembelajaran :
Tujuan utamanya adalah Agar pesan yang disampaikan mudah dimengerti oleh peserta didik.[1][3]:
Tujuan TIK sebagai media pembelajaran:
-       Memberi pengalaman belajar yang berbeda
-       Menumbuhkan sikap dan keterampilan BTI
-       Menciptakan situasi belajar menyenangkan
-       Menjadikan belajar lebih efektif, efisien dan  bermakna
-       Membuka peluang belajar dimana saja dan  kapan saja
-       Memberikan motivasi belajar kepada siswa
-       Mejadikan belajar sebagai kebutuhan

Tujuan utama TIK dalam Pembelajaran adalah agar pesan yang disampaikan mudah dimengerti oleh peserta didik .
Pembelajaran bebasis TIK adalah Suatu pendekatan dalam pembelajaran yang mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sumber belajar dan sebagai medium  penyampaian pesan dalam pembelajaran.
Fungsi pembelajaran TIK pada anak usia dini

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6itOgSmDoMfz58mwaeExWh4UCkAiZwEAEHtBwkMeWNuDnxwwOnCZDMECEnCERNMIIlpMHt1CiU7vmIAW_U0bLqXkjOuz3NBpD0w4STCo9ysLNjCi0TpWFwV9L6DBtPv8EluGx3vu9j9PZ/s200/manfaat+tik.jpg                              https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnIBa4G39vwlQWWNGZ_KzCDvjzLQ3UNu4HXLth0-te8KOTJxsaaxfZMi6Hy4fxD0hNWrM9vxCSMml1lh41yZAZbeHvuBzAGBj-68wnJvllQgJBl5TSk8iIQcj-B8i-kCF6uoP0E-3CHdqz/s200/tik+child.jpg

Fungsi Pembelajaran TIK pada anak usia dini
Dalam Era globalisasi sekarang ini, pemerintah sedang menggalakkan pentingnya pendidikan anak usia dini. Untuk menciptakan generasi-generasi yang lebih unggul, juga nantinya mampu bersaing tinggi kelak ketika mereka dewasa dan juga tidak melupakan nilai-nilai moral dan budaya bangsa Indonesia. Karena anak usia dini merupakan masa golden age. Dimana terbentuknya pertumbuhan dan perkembangan otak pada masa-masa usia dini sekitar 0-8 tahun mencapai 80% pertumbuhan dan perkembangan pada otak manusia. Ibaratnya sebuah spon mereka mampu dan cepat menyerap ilmu atau apapun yang mereka terima, yang diberikan lingkungannya pada masa pertumbuhan dan perkembanganya.
Akan tetapi kita tidak boleh melupakan tugas dan hak kewajiban anak yaitu bermain sambil belajar. Karena dengan suasana bermain seraya belajar tidak membuat anak merasa ditekan ataupun tertekan pada situasi dan kondisi mereka yang sedang mempelajari diri dan juga lingkungannya. Melainkan anak akan mendapat kemudahan pada proses belajar dalam suasana bermain, yang menyenangkan dan tanpa tekanan. Itulah sebabnya dikatakan dunia anak adalah dunia bermain.
Tidak bisa kita pungkiri  dalam segala bidang  TIK sudah menjadi kebutuhan pokok pada kehidupan kita. Termasuk dalam dunia pendidikan. TIK memiliki peran penting dalam sarana dan prasarana pembelajaran. Tujuan pembelajaran TIK pada anak usia dini adalah mengenalkan teknologi informasi dan komunikasi. Untuk memudahkan anak usia dini dalam membantu proses belajar dengan cara yang menyenangkan, kreatif, imaginative dengan memakai TIK sebagai sumber belajar, seperti CD interaktif yang kini semakin banyak berkembang dalam modifikasi isi dari pembelajarannya. Contohnya : belajar berhitung, belajar membaca, mengenal huruf, mengenal warna, geometri, bentuk, juga mengenal lingkungan,binatang dan tumbuh-tumbuhan serta lain-lainnya. Ada pula games-games yang menyenangkan anak-anak tetapi juga syarat dengan pembelajaran seperti puzzle huruf. Sehingga yang tanpa disadari anak, mereka belajar banyak mengenal kosakata dalam bahasa inggris. Tau bagaimana berhitung. Yang pada masa sekarang ini banyak orang tua memaksakan anak belajar tanpa memikirkan kebutuhan dan hak dalam dunia anak yaitu bermain. Dengan adanya sarana dan prasarana TIK sebagai sumber belajar menjadikan pembelajaran menjadi lebih atraktif juga kreatif. Membuat anak menjadi lebih tertantang untuk bermain sambil belajar.
Anak-anak usia dini sangat cepat dan mudah sekali belajar seraya bermain, yang terkadang kita sebagai orang tua atau  juga sebagai pendidik anak usia dini. Tidak boleh melupakan pengawasaan dalam pembelajaran yang menggunakan sumber belajar TIK. Agar anak-anak tidak jauh melenceng dari pengenalan pembelajaran yang kita harapkan pada tujuan semula menjadikan TIK sebagai sumber belajar yang cocok dan pantas bagi anak usia dini. Karena sebagai mana kita tau. selain TIK memiliki dampak positif dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan anak dalam belajar, juga memiliki dampak negative jika kita kurang ataupun lengah terhadap pengawasan dalam pembelajaran yang menggunakan TIK. Oleh karena itu hendaknya segala sesuatu yang berkaitan dengan perkembangan pembelajaran TIK, anak perlu pengawasan dan pembelajaran yang seimbang dengan jiwa dan kebutuhan pembelajaran, sehingga anak ataupun peserta didik tidak salah menggunakan pemanfaatan perkembangan teknologi pembelajaran.